Tim Ekspedisi dilepas lansung bersama Rektor Unsultra Prof. Dr.Ir. H Andi Bahrun, M.Sc., Agric di pelataran Rektorat Unsultra dan saat upacara pelepasan tiba-tiba berkunjung Asisten III Setda Sultra, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, dan turut memberikan motivasi kepada Tim Ekspedisi Mapala Unsultra, Jumat (23/9/2022).

 227

Potretterkini.idKENDARI Sebanyak 7 tim Penjelajah Mahasiswa Pencita Alam (Mapala) Universitas Sulawesi Tenggara akan melakukan Ekspedisi Jelajah Ilmiah Matarombeo di Kecamatan Wiwirano Konawe Utara. Konon kabarnya wilayah yang akan ditempuh itu jalur baru, belum pernah dijamah oleh manusia karena Medan yang sangat sulit dilewati.

Namun tak peduli untuk menguji nyali mahasiswa yang tangguh ini, sekaligus menunjukan wujud kecintaan terhadap alam semesta, tim ekspedisi yang diketuai Mulyono akan melanjutkan perjalanan menggali potensi keanekaragaman hayati, keindahan lingkungan sekitar termasuk gua yang konon spesifik dan potensial.

Tim Ekspedisi dilepas lansung bersama Rektor Unsultra Prof. Dr.Ir. H Andi Bahrun, M.Sc., Agric di pelataran Rektorat Unsultra dan saat upacara pelepasan tiba-tiba berkunjung Asisten III Setda Sultra, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, sehingga beliau juga turut memberikan motivasi kepada Tim Ekspedisi Mapala Unsultra, Jumat (23/9/2022).

Saat memberikan pesan-pesan motivasi, Sukanto sungguh mengapresiasi kegiatan ini dan salut kepada Mapala Unsultra melakukan ekspedisi ke Matarombeo. Pemerintahan daerah juga menaruh perhatian serius pada wilayah Matarombeo ini. Oleh karena itu kami support Mapala Unsultra untuk melakukan ekspedisi Matarombeo, sebab Matarombeo ini berbatasan langsung dengan pergerakan pertambangan, jadi memang upaya kita mempertahankan wilayah terhadap aktifitas pertambangan untuk dijaga kelestarian alam dan lingkunganya.

“Kita semua termasuk adik-adik Mapala menjadi bagian dari negeri yang kita cintai ini. Kita berharap dengan pengalaman adik-adik Mapala ini, semoga kedepan kita akan tindak lanjut dan saya harapkan juga menjalin komunikasi dengan kadis pariwisata agar tahun 2023 kita usulkan kegiatan 200 tahun walace dan Sultra sebagai tuan rumah. Kita akan undang para ahli-ahli, dan rangkaian kegiatan 10 hari itu, akan ada ekspedisi dan kita akan libatkan semua pihak khususnya Mapala di Sultra, alhamdulilah dan saya bersyukur karena Mapala telah melakukan berbagai ekspedisi potensi sumber daya alam di wilayah Sultra dan kali ini Ekspedisi ke Matarombeo” jelasnya.

Rektor Unsultra, Prof Dr.Ir. Andi Bahrun, M.Sc., Agric, berharap ekspedisi Matarombeo oleh Mapala Unsultra bisa memberikan manfaat bagi anggota Tim Ekspedisi sebagai anggota Mapala yang Tangguh, berkontribusi positif bagi pemerintah daerah khususnya pembangunan pariwisata guna mewujudkan ekonomi kreatif yang dapat menggerakkan perekonomian daerah, inovasi dan daya daerah daerah menuju Indonesia emas. Disamping itu kegiatan ekspedisi ini juga selaras dengan tema Diesnatalis kita tahun ini yaitu “Mempersiapkan Mahasiswa Unsultra Menyonsong Indonesia emas 2045″.

Untuk itu, kata Andi, saya berharap dan berdoa, agar Tim Ekspedisi Mapala Unsultra dapat menunjukkan kemampuan dalam melaksanakan misi ekspedisi ini, dan saya yakin dengan bimbingan dan persiapan yang panjang bersama bidang Diklat Mapala Unsultra adik-adik Tim Ekspedisi bisa melebih target Ekspesi yang dicanangkan sehingga benar-benar bisa diperoleh data base dan informasi-informasi penting terkait keanekaragaman hayati dan keindahan kawasan Matarombeo.

Semoga informasi dan data base Kawasan Matarombeo dan juga potensi sumber daya alam Sultra lainnya dapat menjadi daya Tarik para pencinta lingkungan hidup, karena saya sudah berniat merencanakan International Study Camp, tidak hanya pesertanya dari dalam negeri tetapi bisa menghadirkan luar negeri.

Jika ada informasi-informasi yang menarik terkait flora dan fauna termaksud potensi wisata yang ada, bisa direkam dalam bentuk audiovisual untuk jadi bahan promosi. Untuk mendukung program tersebut, kita sedang dalam proses persiapan dan juga segra kita akan komunikasi dengan pemerintah daerah, sambungnya.

” Ekspedisi kali ini saya yakin akan menarik peserta untuk datang sama-sama menggelar Student Internasional Camp dan lebih dari itu harapan saya tidak hanya mendukung program pariwisata dan terbentuk kader Mapala tangguh, tetapi harapan saya ekspedisi ini juga bisa membawa manfaat yang besar dalam kampus untuk mendukung meningkatkan kompetensi dan bahkan meningkatkan minat dan gairah mahasiswa untuk berorganisasi khususnya bermapala.

Rekam jejak kegiatan Mapala Unsultra sejak kelahirannya sungguh luar biasa, tetapi beberapa tahun terakhir ini agak kurang menunjukkan eksistensinya, alhamdulilah, mulai bangkit kembali menunjukkan eksistensinya. Saya rindu eksistensi Mapala, rindu prestasi Mapala dan rindu kreativitas dan iniovasi Mapala Unsultra.

“Yang jelas saya sungguh mengapresiasi dan mendukung kegiatan Ekspedisi Mapala Unsultra, oleh karena itu ketika ide ini disampaikan pada saya lansung saya respon karena setelah melihat Mapala hari ini berbeda dengan Mapala sebelumnya, saya melihat ada komitmen kuat dan tanggungjawab untuk membuat Mapala Unsultra berkinerja dan berprestasi.

Seingat saya, kegiatan ekspedisi bukan kali pertama dilaksanakan, tetapi Mapala Unsultra sudah seringkali, seperti di Butur, Kolaka Utara, Buton Selatan, Konsel dll.

Orang Nomor Wahid Kampus SEKSI ini lebih detail menjelaskan, sesuai petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan melalui LLDIKTI bahwa semua kegiatan kemahasiswaan diharapkan dapat diberikan nilai Satuan Kredit Semester (SKS) terutama dikaitkan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus merdeka (MBKM), termaksud kegiatan ekspedisi, olahraga, seni budaya minat dan bakat.

“Oleh karena itu saya sudah menyampaikan pada pimpinan Fakultas dan Prodi bahwa semua kegiatan mahasiswa bisa diberikan nilai SKS, tentu tentu perlu dirumuskan metode penilaiannya. Sudah ada sk Rektor terkait implementasi MBKM sehingga bisa dijabarkan oleh Fakultas dan Prodi,”.

Rektor, juga menyampaikan keyakinan dan kemampuan Tim Ekspedisi, dengan pengetahuan dan skill yang telah dibekali melalui Pendidikan dan Latihan serta bisa betul-betul dilaksanakan dengan baik serta dalam lindungan Allah SWT saya yakin adik-adik semua bisa melaksanakan ekspedisi jelajah ilmiah di Matarombeo di Konut dengan lancar dan sukses.

Senada disampaikan Koordinator Diklat Badan Pendidikan dan Latihan Mapala Unsultra, Ir Saldi ST MT menerangkan, ekspedisi Matarombeo bersifat ilmiah, jadi untuk tahap awal ini kita masuk mengeksplor kawasan kars matarombeo. dan memang informasi yang kami dapat, bahwa jalur ini belum dimasuki oleh manusia.

“Jadi ini pertama kali kami lakukan ekspedisi dan ini bagian tahapan awal untuk mendata kawasan gua dan kawasan tebing yang ada didalam matarombeo terutama flora dan fauna dan lingkungan hidup yang ada didalam,” katanya.

Ia berharap, ekspedisi ini menjadi kegiatan rutin bagi mapala Unsultra dan bisa terlaksana dengan baik. Rencana operasional tim selama satu minggu, dengan dukungan peralatan mendaki gunung dan peralatan logistik lainnya. (Med)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *