Universitas Sulawesi Tenggara

Universitas Sulawesi Tenggara atau Unsultra menanamkan sikap positif kepada mahasiswa, mencegah kekerasan seksual di lingkungan kampus. Rektor Unsultra, Prof Dr Andi Bahrun mengatakan sangat mendukung adanya pembentukan Satgas Anti Kekerasan Seksual lingkup kampus.

Namun kata dia, jauh sebelum itu Unsultra telah menerapkan sejumlah cara agar karakter mahasiswa tetap dalam koridor positif.

“Misalnya setiap gazebo di kampus ini diberi nama seperti gazebo anti narkoba, gazebo anti kekerasan seksual, dan lain sebagainya,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan setiap mahasiswa baru Unsultra akan dibekali dengan pendidikan guna menghindari dari perilaku menyimpang.

“Sebenarnya semua insan pendidikan melakukan upaya-upaya untuk mencegah kekerasan seksual itu sendiri. Istilah satgas saya rasa sebagai formalitas,” ujarnya.

Rektor Prof Dr Andi Bahrun menambahkan mahsiswa Unsultra ditanamkan untuk bersikap santun, beretika, elok, kreativitas, dan inovatif.

“Hal ini mencakup pendidikan karakter, mental dan moral adalah prioritas untuk tidak terjerumus pada pelanggaran moral kekerasan seksual,” terangnya.

Kata dia, Unsultra punya kode etik mahasiswa, kode etik staf, dan kode etik dosen yang mengatur hak dan kewajiban serta sanksi di lingkup civitas akademik.

Untuk itu, Prof Dr Andi Bahrun menjelaskan dengan adanya satgas kekerasan seksual ini semakin mempertegas komitmen insan akademik untuk menindak pelaku kekerasan di lingkup kampus. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)


Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *