Foto Korwil Peradi Sultra Syahiruddin Latif, mengenakan jas hitam duduk sebela (Kiri) dan Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun, mengenakan baju putih duduk (ditengah) dan 21 Peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan I di Plaza Inn Kendari. (foto:Istimewa)

Potretterkini.id, KENDARI– Upaya mencetuskan Advokat profesional Koordinator Wilayah (Korwil) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sultra menggandeng Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan I di Plaza Inn Kendari. Kegiatan yang dibuka Rektor Unsultra Prof. Andi Bahrun, Sabtu (11/12/2022), diikuti 21 peserta.

Rektor Unsultra, Prof. Dr.Ir. Andi Bahrun, M.Sc. Agric mengapresiasi penyelenggaraan PKPA yang merupakan tindak lanjut dari MoU kampus Unsultra dengan DPN Peradi.

Adanya tindak lanjut kerja sama ini, katanya, akan menjadi nilai tambah bagi Fakultas Hukum dan Pascasarjana untuk mengambil bagian dalam mencetak advokat-advokat tangguh, berintegritas, dan profesional.

Kegiatan ini, pertama digelar atas Kerjasama Peradi-Unsultra dalam rangka menambah jumlah advokat. Diharapkan para advokat atau lawyer dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, skill keterampilan, dan yang lebih terpenting ialah lawyers yang berintegritas.

“Sebenarnya tak cukup hanya menambah kuantitas, tapi yang terpenting melahirkan advokat berkualitas. Kehadiran peserta, saya harap atas niat tulus untuk menjadi advokat yang terus meningkatkan skil dan keterampilan. Membangun jejaring di nasional dan global. Juga melek teknologi. Bahkan, betul-betul menghadirkan keadilan bagi Sultra sebagai masa depan Indonesia,” pintahnya.

Saat ini, menurut orang nomor Wahid di Unsultra ini, Indonesia menghadapi tantangan dan tsunami hukum di era disrupsi. Semua pihak tidak bisa mengelakkan perkembangan teknologi, maka advokat juga harus melek teknologi. Apalagi saat ini sudah ada elektronik lawyers. Jadi lawyers harus terus belajar dan belajar.

PKPA yang lahir di era disrupi, ia berharap calon lawyer meningkatkan literasi dan kemampuan teknologi. Sehingga tak tergilas zaman dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang mencarinya.

Korwil Peradi Sultra Syahiruddin Latif, SH. MH mengatakan pendaftar PKPA berjumlah 25 orang. Yang melengkapi syarat dan mengikuti PKPA hanya 21. Katanya, peserta mengikuti PKPA nanti akan diberikan sertifikat sebagai jembatan untuk menjadi advokat.

“Setelah sertifikat ada, maka akan menunggu Ujian Profesi Advokat (UPA). Rencananya mengikuti UPA Desember ini, namun pendaftaran telah ditutup. Jadi akan menunggu jadwal UPA berikutnya,” ungkapnya.

Tentunya, pihaknya juga membuka ruang kepada peserta PKPA untuk berdiskusi dan menjalani try out sebelum mengikuti UPA. Selain itu, kata dia, peserta juga akan diberi buku pintar, sebagai bekal untuk menjalani profesi advokat.

Ia menambahkan bahwa PKPA merupakan langkah awal dalam rangka menjadi advokat. Para peserta PKPA masih harus lulus ujian dan magang selama dua tahun agar bisa diambil sumpahnya sebagai advokat. Proses tersebut untuk menjamin dan menjaga kualitas profesi advokat agar semakin baik.

“Setelah mengikuti PKPA, para peserta akan mendapat sertifikat dari DPN PERADI yang bisa digunakan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian profesi advokat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *