Rektor Unsultra membuka workshop tentang Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Dalam Daring Kolaboratif melalui SPADA (Sistem Pembelajaran Daring), di Aula WTC Unsultra, Sabtu (2/9/2023).

Potretterkini.id, KENDARI – Fakultas Ekonomu dan Bisnis (FEB) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menyelenggarakan Workshop tentang Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Dalam Daring Kolaboratif melalui SPADA (Sistem Pembelajaran Daring), di Aula WTC Unsultra, Sabtu (2/9).

Workshop ini adalah rangkaian kegiatan implementasi program Bantuan Pembelajaran Daring Kolaboratif (PDK) oleh Jurusan Manajemen FEB Unsultra yang didanai oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, dengan mitranya adalah Jurusan Manajemen FEB Universitas Halu Oleo (UHO).

Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun mengatakan, bahwa kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka salah satunya adalah memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengambil SKS di luar program studi selama tiga semester yang dapat diambil untuk pembelajaran di luar program studi dalam perguruan tinggi dan/atau pembelajaran di luar perguruan tinggi.

Sebagai upaya mendukung kebijakan tersebut dengan mendorong perguruan tinggi lebih aktif memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran guna memperluas jangkauan sumber belajar yang bermutu, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menyelenggarakan Program Bantuan Pembelajaran Daring Kolaboratif (PDK) Tahun 2023.

Unsultra berupaya mengambil bagian dalam implementasi kebijakan program kegiatan pembelajaran yaitu melalui Program Studi Manajemen Universitas Sulawesi Tenggara bermitra dengan FEB UHO adalah pengembangan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) melalui Pembelajaran Daring Kolaboratif (PDK) untuk turut serta membantu mencapai target program studi manajemen FEB Universitas Sulawesi Tenggara dan Prodi manajemen FEB Universitas Halu Oleo sekaligus sebagai alternatif metode pembelajaran jarak jauh.

“Alhamdulillah Jurusan Manajemen Unsultra tahun lolos sebagi penerima bantuan pendanaan program PDK ini dari Kemendikbudristek dikti tahun 2023 ini dan bermitra dengan Jurusan Manajemen FEB Universitas Halu Oleo (UHO),” ujarnya disela- sela pelaksanaan Workshop.

Tujuan Bantuan Pembelajaran Daring Kolaboratif Tahun 2023 antara lain:

1. Memberikan layanan pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam skema pembelajaran daring kolaboratif pada Program Studi Manajemen FEB Universitas Sulawesi Tenggara;

2. Meningkatkan mutu Pendidikan dan kompetensi mahasiswa di Prodi Manajemen FEB Universitas Sulawesi, yang ditandai dengan meningkatnya mutu penyelenggaraan Pendidikan akademik melalui PDK;

3. Mendukung pembelajaran lintas disiplin melalui pendekatan kolaboratif, kolektif, memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemahaman sistem yang lebih kompleks;

4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjasama antar Prodi Manajemen FEB Universitas Sulawesi Tenggara dan Prodi Manajemen FEB Universitas Halu Oleo dalam penyelenggaraan PDK;

5. Mendukung pencapaian Indikator Kerja Utama khususnya bagi Universitas Sulawesi Tenggara dan Universitas Halu Oleo.
Sasaran pelaksanaan program pembelajaran daring kolaboratif (PDK) adalah pengembangan SPADA melalui kerjasama antar program studi manajemen FEB Unsultra dengan program studi manajemen FEB Universitas Halu Oleo yang mengarah kepada :

1. Pengembangan dan implementasi pembelajaran daring kolaboratif melalui penyediaan Materi mata kuliah dengan sistem hybrid/blended learning, vidio pembelajaran, sistem penilaian dan bobot yang disajikan secara daring dalam berbagai bentuk media agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen kapan saja dan dimana saja.

2. Peningkatan kualitas bahan ajar dan memaksimalkan penggunaan sarana yang ada pada SPADA dalam program PDK.
Kegiatan PDK ini diharapkan adanya pengembangan konten dan media pembelajaran daring kolaboratif secara berkelanjutan, pengembangan dan implementasi RPS daring melalui LMS secara berkelanjutan, dengan materi yang bersifat lintas disiplin dan penerapan bobot penilaian dari pelaksanaan Student Centered Learning (SCL) dalam pembelajaran, pengembangan dan implementasi metode pembelajaran melalui team base project dan/atau case based learning serta terjadinya implementasi secara berkelanjutan proses transfer kredit antar program studi manajemen FEB Universitas Sulawesi Tenggara dengan Program Studi Manajemen FEB Universitas Halu Oleo.

Dan untuk itu hari ini dilakukan workshop Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Daring Kolaboratif Melalui SPADA dan akan dilanjutkan dengan Pelatihan Vidio Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Multimedia.

Workshop ini menghadirkan narasumber berkompeten dibidangnya dari UHO yaitu Dr. Ernawati, S.E., M.Si dan Supriaynto, S.E, MT dari Unsultra, yang diikutii oleh mahasiswa dari Unsultra dan UHO dan dosen lingkup Unsultra, dengan harapan materi yang dibawakan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill mahasiswa dalam bidang pemanfaatan SPADA semakin baik termasuk dosen yang menjadi tenaga pengajar dalam program ini.

Pada kegiatan ini kami juga mengikutsertakan dosen dan pimpinan fakultas lain yang ada di Unsultra, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan, kompetensi dan skil pembelajaran berbais digital, sehingga pembelajaran daring di Unsultra semakin massif dan berkualitas.
“Kami (Unsultra) sudah mempunyai SPADA yang terkoneksi dengan SPADA Indonesia, begitupun dengan Universitas Halu Oleo (UHO).

Alhamdulillah dengan kegiatan hari ini (Workshop), saya semakin optimis sistem pembelajaran di Unsultra akan semakin berkualitas dan semakin baik ke depannya,” ucapnya.

Apalagi sebut Prof Andi, Unsultra berturut- turut selalu mendapatkan penghargaan sebagai PTS pembelajaran daring terbaik dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX. Semoga dengan adanya Program Daring Kolaboratif ini akan semakin memberikan ruang bagi dosen untuk lebih inovatif lagi dibidang pembelajaran di era disrupsi ini.
Sementara itu Koordinator PDK, La Ode Abdul Manan, S.E., M.Si mengungkapkan, bahwa kegiatan Workshop ini merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan- kegiatan PDK yang sudah dilakukan sebelumnya, antara lain pada Juli 2023 lalu dilakukan seminar program kerja dan capaiannya.

Selanjutnya, pada 29 Agustus 2023 lalu ada Workshop pendampingan PDK. Sedangkan untuk target capaian salah satunya, yakni setiap Mata Kuliah (Makul) ditargetkan membuat minimal sebanyak 6 video pembelajaran dengan durasi per video 10 menit. Berbagai produk kegiatan PDK ini termasuk video pembelajaran akan digunakan dalam proses pembelajaran Mata Kuliah pada tahun akademik 2023/2024 ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada peserta workshop dan semua pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan ini. Semoga capaian yang sudah kita targetkan dapat tercapai, bahkan melebihi,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *