Para peserta pelatihan dan ujian sertifikasi CPOD perwakilan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra). (Unsultra for Kendari Pos)

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID — Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menyiapkan mahasiswa dan alumninya menyongsong Indonesia emas 2045. Rektor Unsultra Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc., Agric terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) civitas akademika. Ia mendorong SDM Unsultra terus berinovasi, adaptif, piawai kolaborasi dan melek teknologi digital.

Langkah kongkret meningkatkan SDM dan kepemimpinan semua level, Unsultra mendorong dosen-dosennya mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi Certified Professional in Organization Development (CPOD).

Rektor Unsultra Prof.Andi Bahrun, mengatakan, saat ini Unsultra terus berusaha meningkatkan kualitas SDM dan kepemimpinan semua level. Tujuannya untuk mewujudkan organisasi yang efektif dan berkinerja baik dengan memperkuat kepemimpinan dan kepercayaan diri mulai dari bawah, program studi (prodi). Salah satu wadahnya adalah
pelatihan dan ujian sertifikasi CPOD.

Sekira tujuh dosen sekaligus pimpinan prodi Unsultra mengikuti ujian sertifikasi CPOD. “CPOD ini merupakan sertifikasi profesi/kompetensi internasional yang ideal bagi akademisi, pemilik bisnis, pimpinan organisasi/perusahaan diberbagai level manajemen. CPOD berkaitan dengan kompetensi untuk melakukan transformasi dalam organisasi untuk menyambut perubahan,” ujar Rektor Prof. Andi Bahrun kepada Kendari Pos, kemarin.

Rektor Prof. Andi Bahrun menjelaskan CPOD menggunakan pendekatan manajemen terbaru, yakni The Whole Mindset. Setiap pimpinan organisasi/perusahaan dapat lebih mudah memahami pengembangan dan perubahan organisasi (Strategic Thinking).
“Saya berharap para dosen dan unsur pimpinan yang mengikuti CPOD ini dapat mentransfer seluruh ilmunya lagi kepada mahasiswa, pejabat kampun dan dosen lainnya,” ujarnya.

Dosen yang memiliki sertifikasi CPOD diharapkan dapat mendukung peningkatan akreditasi program studi Unsultra. “Adanya sejumlah dosen yang memiliki sertifikat kompetensi/profensi internasional sangat mendukung program internasionalisasi Unsultra dan gelora Unsultra in Global Action,” tukas Rektor Prof. Andi Bahrun.

Ia optimistis ujian sertifikasi CPOD dapat meningkatkan mutu dosen. Hal ini sebagai upaya meningkatkan indeks kinerja utama (IKU) perguruan tinggi dan mewujudkan visi Unsultra menjadi perguruan tinggi unggul, inovatif dan bermartabat tahun 2035.

Sementara itu, penyelenggara CPOD sekaligus Vice Director Center for Strategic Enterpreneurial Leadership (CSEL) Universitas Indonesia, Diah Dhamayanti, Ph.D., menegaskan pelatihan dan ujian CPOD memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah memberikan pemahaman tentang peran dan strategi percepatan pengembangan organisasi melalui pendekatan mastermind.

“Kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat meningkatkan inovasi dan kreativitas, mampu beradaptasi dan melakukan perubahan serta melaksanakan percepatan pengembangan organisasi melalui pendekatan mastermind, ” jelasnya. (rah/b)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *