Saat Dr. Nur Alam, SE. M.Si menyapa para mahasiswa Unsultra & masyarakat dipelataran Rektorat, pada hari sabtu (23/03/2024) sore

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2008- 2013/ 2013- 20218, Dr. H. Nur Alam, S.E., M.Si didampingi anaknya Sitya Giona Nur Alam disambut meriah ribuan masyarakat Kota Kendari, khususnya civitas akademik Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), di Pelataran Rektorat Unsultra, pada Sabtu (23/3/2024) sore.

Nur Alam bertandang di Unsultra dalam rangka silaturahmi (pamitan yang tertunda) dan buka puasa bersama. Mantan orang nomor satu di Bumi Anoa itu sampai di kampus, pada pukul 16.40 Wita dengan menumpangi kendaraan Toyota Land Cruiser warna coklat dengan baju muslim warna putih dilengkapi kopiah hitam.

Nur Alam disambut Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun dan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra atau dosen Unsultra, Muh. Nasir Andi Baso. Dalam sambutannya, Prof Andi Bahrun mengucapkan atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika Unsultra menyampaikan selamat datang kembali pahlawan pembangunan pembawa kemajuan.

Sambung Prof Andi, dengan pemikiran- pemikiran yang visioner dan gagasan yang selalu memberikan yang cemerlang. Dimana, atas kinerjanya banyak pembangunan monumental yang ditinggalkan saat ini.

“Ketika bapak meninggalkan kami, semua menangis terutama warga Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra). Karena ditangan bapak, memungkinkan juga saya hadir ditempat ini (pimpin Unsultra) dan sesuai komitmen bersama merubah dan memperbaiki Unsultra,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, ketika dirinya dilantik menjadi Rektor Unsultra pada Desember 2013 silam di Aula Merah Putih. Dr Nur Alam menginginkan dirinya agar Unsultra menjadi kampus “SEKSI”, dengan kepiawaiannya membuat akronimnya menjadi Santun dan Beretika, Elok dan Nyaman, Kreatif dan Inovasi, Sejahtera dan Harmonis, Idaman dan Berdaya Saing.

“Secara perlahan, kampus terus kami benahi seperti yang disaksikan saat ini. Alhamdulillah, hari ini kita juga bisa mendengarkan pemikiran, dan gagasan, kami sudah sempat berbincang tadi bagaimana Unsultra ini bisa lebih bersinar, mari kita doakan beliau (Nur Alam) agar selalu sehat- sehat,” ucapnya.

Sementara itu, Dr. Nur Alam yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi (PT) Unsultra ini mengajak masyarakat khususnya warga civitas akademika kampus merah maron itu untuk senantiasa bersyukur. Kegiatan ini adalah pertemuan silaturahmi antara keluarga besar masyarakat Sultra yang berada di lingkungan Unsultra.

Dirinya juga mendorong, agar para tenaga pendidikan lingkup Unsultra agar senantiasa berusaha mencapai gelar doktor (S3) dan menyandang gelar profesor. Dengan begitu, kampus yang pernah menyabet tiga tahun berturut- turut sebagai peraih sistem pembelajaran Daring terbaik versi LLDikti Wilayah IX ini terus berkembang pesat.

“Kampus kita ini kampus otonom, independen. Bagaimana dari kampus kita ini dapat melahirkan para profesor disini, memang kampus kita ini banyak kekurangan mudah- mudahan masa yang akan datang semakin berkembang. Kita masih berjuang untuk melahirkan kualitas yang tinggi,” pungkasnya.

Sebagai pembina, bebernya, dirinya selalu berusaha menjembatani antara keadaan atau histori Unsultra yang lalu dari mulai berdiri hingga saat eranya dan saat ini kemudian pada era yang akan datang. Pihaknya ingin kampus ini benar- benar akan menjadi kampus idaman dan kampus pilihan utama bagi masyarakat khususnya di Sultra.

Diketahui, Hj Tina Nur Alam istri dari Dr. H. Nur Alam tidak sempat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama di Unsultra karena mempunyai kesibukan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta. Kegiatan ini turut dihadiri diantaranya Ketua Yayasan, Dr. Muhammad Yusuf, Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra atau dosen Unsultra, Wakil Rektor (WR), dekan, Ketua Prodi, staf dan mahasiswa lingkup kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *