Foto bersama Mahasiswa dan dosen PGSD Unsultra usai melaksanakan seminar pendidikan

Potretterkini.id, KENDARI-Universitas Sulawesi Tenggara mendorong organisasi kemahasiswaan untuk menunjukkan eksistensi dalam pembinaan minat bakat, penalaran dan kesejahteraan serta kepedulian terhadap berbagai isu untuk kebaikan negeri.

Kali ini Himpunan Mahasiswa PGSD Unsultra pada Milad ke 5 menggelar Seminar dengan Tema ”Menumbuhkan Calon Pendidik Yang Bermental Tangguh, Profesional dan Berkompetensi Unggul” dengan menampilkan narasumber penulis buku “Konggaaha”.

Rektor Unsultra, Prof. Andi Bahrun menyampaikan selamat dan sukses atas Milad ke 5 HMPS PGSD FKIP Unsultra dan juga saya mengapresiasi Himpunan Mahasiswa PGSD dalam miladnya dengan menyelenggarakan salah satu kegiataannya adalah Seminar. Seminar ini sedikit unik karena narasumber seorang penulis buku Konggaaha.

Rektor Unsultra Prof Dr Andi Bahrun saat membuka dan memberi sambutan seminar pendidikan mahasiswa PGSD Unsultra

Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa meyakini dengan membaca dan mengetahui isi buku Konggaaha bisa menangkap berbagai pesan-pesan perjuangan pesan moral seperti cinta tanah air, rela berkorban dan berani membela kebenaran serta pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Pesan moral inilah yang mungkin ingin digali dan diperoleh dari isi buku Konggaaha, sehingga mahasiswa bisa menjadikannya sebagai modal untuk mengasah mentalnya agar tangguh, professional dan berkompetensi unggul. Saya juga mengharapkan seteleh mengetahui dan memahami isi buku Konggaaha, para mahasiswa bisa terus meningkatkan kecerdasaan dan keterampilan sehingga kelak menjadi lulusan /alumni yang multi talenta dan berkompetensi unggul.

Saya juga berharap dosen dan mahasiswa bisa terinspirasi untuk juga menghasilkan karya inovatif dan dapat mencerdaskan bangsa seperti menulis buku,menghasilkan prototipe dan karya lainnya, Andi Bahrun, menambahkan.

Dekan FKIP Unsultra, Dra. Sasmin, M.Pd, berpose bersama dengan mahasiswa PGSD Unsultra

Dekan FKIP Unsultra, Dra. Sasmin, M.Pd, mengharapkan agar dengan perayaan Milad ke 5, Semoga HMPS PGSD FKIP Unsultra tetap solid dalam membangun organisasi dan teruslah berkarya untuk meraih masa depan yg gemilang.

Kegiatan Seminar ini membuat saya sangat bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada adik-adik karena mahasiswa FKIP telah mampu membaca tantangan yang akan dihadapi dimasa yg akan datang, sehingga mahasiswa mulai menyiapkan diri untuk menjadi calon calon guru yg tangguh, profesional dan bermartabat.

Harapan kedepan kiranya HMPS PGSD Unsultra dapat menjadi contoh dan menginspirasi HMPS yang lainnya, dan selalu bekerja sama dengan HMPS yang ada di Unsultra khususnya FKIP Unsultra.

“Kembangkan sikap untuk selalu menjadi yang lebih baik” Membuat perbedaan kecil dalam tindakan akan menghasilkan perbedaan yg besar dalam hasil yang diperoleh,” Tutur Ibu Sasmin.

Mahasiswa PGSD Sintia saat memandu seminar pendidikan

Ketua Himpunan Mahasiswa PGSD, Sawir, menyampaikan, banyak cita-cita dan harapan untuk ke depan agar dapat selalu berkembang dan membawa kebermanfaataan untuk negeri, Milad ke 5 HMPS PGSD Universitas Sulawesi tenggara memiliki harapan menjadikan momentum Milad ke 5 ini sebagai ajang bersyukur, bahwa bertambahnya usia lembaga pendidikan guru sekolah dasar, tetap menjadi tempat ternyaman bagi kami mahasiswa yang menimba ilmu, Semoga terus menumbuhkan bibit-bibit unggul generasi bangsa yang terbaik, menjadi kampus khususnya PGSD menjadi favorit generasi penerus di Provinsi sulawesi Tenggara.

Saat tampil sebagai narasumber, Sri Erlita Sari, penulis buku menguraikan bahwa Konggaaha adalah buku cerita rakyat dari tanah Kolaka yang mengisahkan ancaman bagi negeri Unenapo (sekarang Kolaka) karena adanya serangan seekor burung raksasa (Kongga).

Dipimpin oleh Larumbalangi dan seorang anak muda pemberani, Tasahea, rakyat Unenapo pada akhirnya berhasil mengalahkan burung raksasa itu. Menurutnya, mahasiswa perlu membaca dan memahami akan isi buku ini karena didalamnya mengandung banyak pesan-pesan moral sehingga merupakan penguatan pendidikan karakter anak bangsa.

Ibu Sri menambahkan bahwa bagaimana seorang anak bangsa agar mencintai tanah airnya, rela berkorban dan berani membela kebenaran serta menanamkan rasa persatuan dan kesatuan terutama pada era maju pesatnya perkembangan teknologi dan Informasi ini.

“Saya juga berharap kiranya buku kongga ini semakin banyak pembacanya, dan buku kongga menjadi cerita rakyat tanah air seperti halnya malinkundang, jaka tarub, sangkuriang, sehingga pesan moral yang ada dalam cerita kongga bisa tersampaikan pada seluruh anak negri.

“Saya berharap dari kegiatan ini akan ada tindak lanjut baik terkait pengayaan isi buku, penulisan buku cerita lainya yang ada di Sultra, karena sesungguhnya kita sungguh kaya akan cerita-cerita rakyat dan generasi potensial untuk mengukir karya emasnya,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *