KENDARINEWS.COM–Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mewisuda 240 sarjana dan 21 orang pascasarjana (magister). Total peserta wisuda 261 untuk program sarjana dan pascasarjana.

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc., Agric mengatakan ada berbagai tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0 saat ini. Untuk itu, Unsultra harus berubah dengan melakukan reorientasi kurikulum terutama terkait literasi data, literasi teknologi, literasi manusia, serta kegiatan ekstrakurikuler untuk pengembangan kepemimpinan, dan kerja tim serta entrepreneurship dan internship.

“Unsultra juga terus mendorong kegiatan kemahasiswaan dan memaksimalkan mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka (MBKM), karena melalui program MBKM mahasiswa dapat mendalami passion nya agar kelak dapat menjadi generasi yang bisa memberi solusi kepada masyarakat dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya saat memberikan sambutan dihadapan wisudawn wisudawati di Hotel Claro Kendari, Kamis (5/1).

Ia menjelaskan, bahwa dalam implementasi program MBKM Unsultra, bertekad lahirkan lulusan yang mempunyai kompetensi yang sesuai kebutuhan stakeholders seperti kebutuhan masyarakat (social needs), kebutuhan dunia kerja (industrial needs), kebutuhan professional (professional needs) dan kebutuhan generasi masa depan (aspek scientific vision)

“Berbagai program pemerintah yang diikuti oleh mahasiswa unsultra seperti Mahasiswa Penggerak MBKM, Magang, Proyek Desa, Penelitian dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka, yang membanggakan adalah 2 mahasiswa Unsultra terpilih menjadi kepala Suku dan Wakil Kepala Suku PMM 2 di Jember serta baru saja diumumkan 3 mahasiswa PGSD Unsultra lolos dalam program Kampus Mengajar,” ucapnya.

Unsultra saat ini kata dia, telah memiliki 16 Program Studi Sarjana dan 1 Program Pascasarjana, dengan adanya penambahan program studi baru seperti Pengembangan Wilayah Perkotaan (SK baru diterima hari ini) dan Bisnis Digital, serta sedang mengusulkan Program Studi Perdagangan Internasional dan S2 Ilmu Pemerintahan serta juga akan segera mengusulkan Pendidikan Kepelatihan Olahraga. “Jumlah mahasiswa Unsultra saat ini berjumlah, 4046 orang yang terdiri dari 3918 orang program Sarjana dan 128 orang program magister Hukum,” katanya.

Ia menyebut, bahwa Unsultra juga berupaya merintis peluang kerja di luar negeri bagi alumni Unsultra seperti Negara Polandia, Jepang dan Korea Selatan. “Pada tahun 2022 Unsultra menggelorakan Unsultra In Global Action, untuk menggapai Dream To Become A Future University, telah dan terus mengembangkan berbagai program kegiatan antara lain yaitu, Internasionalisasi dan Digitalisasi Unsultra ditandai dengan peningkatan kualitas SIAKAD,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D. mengungkapkan, bahwa pelaksanaan wisuda tersebut menjadi salah satu bukti eksistensi Unsultra. Dalam mengemban tri dharma perguruan tinggi, serta membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang diharapkan akan dapat berkontribusi positif bagi pembangunan masyarakat dan daerah Sultra.

“Saya perlu menegaskan kembali bahwa pembangunan butuh kerja keras dari semua pihak karena pemerintah punya keterbatasan. Untuk itu selaku pemerintah Sultra, terus menaruh harapan besar agar Unsultra dapat berpartisipasi terhadap pembangunan daerah. Terutama dalam hal partisipasi kajian ilmiah, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya.(win/kn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *