Ketgam: Forum Group Discussion IKN Nusantara Digedung DiWTC

KENDARI – Guna menyamakan persepsi atara para mahasiswa di Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk Perspektif Mahasiswa Sultra Terhadap Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Guna Mendukung Stabilitas Keamanan Nasional, di Gedung WTC Unsultra, Sabtu (11/6).

FGD ini melibatkan para ketua lembaga kemahasiswaan kampus di Sulawesi Tenggara (Sultra), diantaranya Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Universitas Sebelas November (USN) Kolaka, Stikes Budi Mulia, Universitas Lakidende (Unilaki).

Wakil Rektor (WR) III Unsultra, H Herman Titop mengungkapkan, pindahnya ibu kota negara ini tidak dipungkiri dilakukan untuk mengurangi kesenjangan pulau jawa dan luar Jawa, ancaman bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan tanah turun. Untuk itu, FGD ini merupakan kegiatan menyamakan persepsi diantara ketua lembaga kemahasiswaan dari berbagai Perguruan Tinggi (PT), bahwa tidak ada lagi perdebatan, ketidaksamaan persepsi tentang pemindahan IKN.

Lanjutnya, sebagai lembaga pendidikan tinggi selalu berusaha mengamalkan 4 pilar kebangsaan di lingkungan kampus, sehingga pihaknya bersedia mengawal kebijakan pemerintah yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. Tentunya, dengan melakukan kajian yang melibatkan banyak pihak. Selain itu di jakarta terjadi krisis air bersih karena kualitas air sungai yang sebagian sudah tercemar, dan pertumbuhan urbanisasi sangat tinggi dengan konsentrasi penduduk terbesar.

“Olehnya itu, Jakarta tidak bisa kita pertahankan lagi sebagai IKN lebih lama, karena memang ada banyak alasan. Apalagi Provinsi Kalimantan Timur sebagai IKN baru merupakan daerah yang sangat luas dan wilayahnya berada di tengah Indonesia, sehingga sangat strategis dengan berbagai potensi,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa selalu mengembangkan potensi dan prestasinya agar  dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, serta bangsa dan negaranya. “Saya tadi juga menyampaikan kepada perwakilan mahasiswa, sebagai generasi muda untuk tidak henti-hentinya menimbah ilmu pengetahuan dan mengerti bagaimana menjaga stabilitas negara,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Pengembangan Wilayah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO), Dr Irfan Ido mengatakan mahasiswa harus turut memantau jalannya pemindahan IKN. Serta melibatkan diri dalam proses pembangunan IKN, karena memang mahasiswa merupakan generasi yang akan melanjutkan dan membangkitkan IKN nanti.

“FGD ini sangat baik, untuk itu diskusi dengan tema serupa harus menggunakan proses analisis dan dibawa ke dalam forum seperti ini,” pungkasnya.

Disisi lain, Ketua BEM Unsultra, Hasir menambahkan, pemindahan IKN harus lebih banyak diperbincangkan di kalangan mahasiswa. “FGD ini juga menjadi gambaran PT di luar Sultra untuk berani mengangkat isu nasional,” pungkasnya.

Sumber: Rakyat Sultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *