Ketgam: Hasil karya Mahasiswa Unsultra yang berhasil menciptakan Produk Sabun Kertas Antiseptik Dari Ekstrak Buah Beringin Kuning

Potretterkini.id, KENDARI– Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus menggelorakan tiada hari tanpa inovasi untuk meningkatkan kepercayan diri dan kualitas sumber daya manusiannya terhadap perguruan tinggi. Hal tersebut tidak terlepas atas dorongan Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun, yang terus memacu mahasiswa dan dosen untuk kreaktif dan inovatif dalam menemukan keterbaruan (Novelty) dilingkungan prodinya.

Sehingga atas dasar tersebut yang membuat mahasiswa bersemangat untuk berinovasi dan berkarya. Pada tahun ini melalui program yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek dikti salah satu proposal PKM-K (Kewirausahaan) kelompok mahasiswa Unsultra yang diketuai oleh Nira Puspita Sari (Program Studi Kimia) bersama 2 anggotanya Rahsya Egy Satria Zan dan Abd Rahmat Saleh lolos dan didanai oleh Kemendikbud ristek RI dengan judul “Inovasi Sheet Paper soap bernahan aktif Nanopartikel Zn-Ekstrak Buah beringin kuning sebagai sabun antiseptik ramah lingkungan”.

Karya ini didasari pemikiran bahwa pembuatan sabun dengan menggunakan bahan kimia kurang aman bagi kulit manusia dan juga bagi lingkungan, sehingga penggunaan sabun alternatif yang mengandung bahan alami perlu dikembangkan seperti buah tumbuhan yang memiliki senyawa fenolik yang melimpah dan salah satu yang potensial adalah buah beringin kuning.

Buah beringin kuning kata Nira, jika diekstrak dan diproses dengan metode tertentu serta komposisi terentu bisa menghasilkan sabun antiseptic khususnya menjadi paper soap. Sejak pertama dinyatakan lolos kami segra mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, selanjutkan proses ekastrak buah beringin kuning dan proses pembuatan sabun kertas di Laboratorium Kampus Unsultra dengan metode dengan komposisi yang kami telah tentukan.

Alhamdulilah kami sudah berhasil membuat paper saop dan berdasarkan kegiatan dan hasil uji yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sabun kertas (Ficus Paper Soap) yang dihasilkan sesuai Standar Nasional Indonesian (SNI), tetapi Saat mereaksikan bahan bahan dalam pembuatan sabun harus dilakukan dengan prosedur yang benar.

Alhamdulillah, sudah ada yang pakai, ungkap Nira Puspita. Ketika ditemui Nira Puspita menuturkan “Saya tidak pernah menyangka akan lolos dalam melaksanakan kegiatan PKM-K, dan rasanya sangat senang sekali bisa lolos kegiatan PKM ini, dan saya yakin orang tua kami juga bersyukur dan bangga.

Ia menyampaikan terimakasih atas bimbingan dan motivasi dari pimpinan Universitas khususnya pembimbing serta terimakasih kepada Kemendikbud Pendididkan dan Kebudayaan Ristek Dikti (Kemendikbud-Ristek Dikti) Republik Indonesia.

Nira berharap, semoga dengan adanya kegiatan PKM ini bisa menjadikan teman-teman atau mahasiswa dari prodi lain selalu aktif dalam melaksanakan kegiatan yang produktif dan bermanfaat serta terus menggelorakan semangat berinovasi.

“Saya berharap semoga luaran dari kgiatan PKM ini bisa menjadikan bisnis masa depan untuk kami kembangkan secara meluas dan juga menjadi nilai tambah ekonomi, bahwa mahasiswa tidak hanya menuntut ilmu dalam kampus tetapi mampu menemukan hal-hal yang terbaru untuk diteliti lalu dipasarkan sehingga bernilai ekonomi,” katanya.

Selain itu ia menyampaikan produk yang dikembangkan ini yakni akan membantu biaya kuliah sekaligus dapat meringankan beban orang tua dan juga menjadi motivasi kami bahwa kuliah di Unsultra beragam inovasi kreaktif didorong oleh Dosen, Pimpinan Fakultas dan Prodi, dan mendapatkan dukungan penuh kegiatan tersebut, sehingga kami menyakini ketika alumni di Unsultra kami sudah punya usaha dan bisa mandiri,” pungkasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *