Pembentangan 300 ratus bendera di Kolam Retensi Boulevard Kendari, saat puncak peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 78 tahun. (Ewin Endang Sahputri/Kendari Pos)

–Rayakan Hari Kemerdekaan RI ke 78

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID –Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-78 dan Aksi Nyata Gerakan Indonesia Bersatu, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar Aksi Bersih dan Pembentangan 300 Bendera Merah Putih, bertempat di Kolam Retensi Boulevard, beberapa waktu lalu.

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. Agric., sangat mengapresiasi dan salut serta bangga kepada mahasiswa Mapala Unsultra yang sudah mengajak para generasi muda khususnya para lembaga kemahasiswaan, pecinta alam yang tersebar di Kendari dan pecinta olahraga termasuk pengunjung di Kolam Retensi Boulevard.

Kegiatan termasuk perayaan untuk memelihara semangat dalam rangka HUT ke-78 Kemerdekaan RI, yakni aksi bersih dan pembentangan bendera merah putih. “Hari ini saya melihat kegiatan yang sangat positif, ini menjadi semangat perjuangan dan kemerdekaan yang dulu tidak mudah didapat, yang direbut dengan darah dan pengorbanan, sekarang ini tinggal mengisi dan merawat yang telah dicapai. Tetapi yang lebih penting lagi mewujudkan cita- cita mereka, salah satunya dengan kegiatan kali ini,” ujarnya. Prof Andi Bahrun , menjelaskan bahwa kolam retensi ini sudah menjadi tempat berkunjung dan berkumpul para komunitas di Kendari yang kebersihannya masih terus ditingkatkan dan perlu dirawat. “Tetapi mudah- mudahan kegiatan ini bukan hanya seremonial perayaan HUT ke-78 RI,” jelasnya.

Prof Andi Bahrun menuturkan, setelah kegiatan ini pihaknya melalui Mapala Unsultra akan melakukan kegiatan lanjutan, yakni diskusi di Kolam Retensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot), tentang bagaimana caranya kolam retensi ini aman, bersih, asri, dan betul-betul menjadi Ruang Terbuka Publik (RTP) yang betul-betul diminati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak hanya nyaman, tetapi bagaimana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga bisa bertumbuh disini. Kan kalau banyak pengunjung, UMKM nya hidup, tapi sebisa mungkin para pelaku usaha menjaga kebersihan lingkungannya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *