Ketgam: Foto bersama Rektor Unsultra usai pelantikan Pengurus Bank Sampah Unsultra yang dirangkaiakan dengan penandatanganan MoA Perwakilan Fakultas dan Prodi dengan Naturevolution (Foto: Ismed)

Potretterkinini.id, KENDARI-Rektor Universitas Sulawesi tenggara (Unsultra) Prof Andi Bahrun, resmi melantik pengurus bank sampah yang akan bertugas mengurusi pengelolaan sampah di kampus bekerjasama dengan Naturevolution Indonesia. Pelantikan berlansung di Aula WTC Unsultra Pada Rabu (25/9/2023).

Pengukuhan pengurus disaksikan sejumlah Dekan Fakultas, Kaprodi dan Leader Dept Naturevolution Indonesia Purnomo setiawan.

Rektor universitas Sulawesi tenggara Prof Andi Bahrun mengapresiasi semangat mahasiswa dalam membentuk pengurus bank sampah di kampus. Harapannya agar para pengurus mampu mewujudkan pengelolaan sampah secara maksimal sehingga menciptakan suasana bersih asri dan lestari.

Dalam kelembagaan bank sampah ini rektor akan mewujudkan pengelolaan sampah yang bisa dimanfaatkan kembali melalui sistem yaitu Rethinking (berpikir ulang) artinya mulai berpikir, sampah ini mau dibuang dimana dan apa dampaknya kalau sampah ini dibuang sembarang tempat serta membuang sampah pada tempatnya, lalu Reuse artinya bagaimana sampah dapat digunakan Kembali atau kemungkinan lain Recycle artianya bagaimana sampah agar dapat didaur ulang.

Lanjutnya, pembentukan pengurus bank sampah di lingkungan kampus Unsultra adalah yang pertama di Sulawesi tenggara.

“Orientasi bank sampah kampus ini digagas lebih maju yang nantinya bisa menggandeng PLN untuk kebutuhan pasokan energi dan lembaga swasta terkait lainnya,” ujar Andi Bahrun.

Adanya kepengurusan pengurus Bank Sampah, ia yakin semakin meningkatkan akademik atmosfir yang peduli lingkungan khususnya sampah dan berharap lingkungan kampus yang selama ini masih ditemukan sampah yang bukan pada tempatnya, dengan adanya unit atau organisasi mahasiswa pengelola Bank Sampah di kampus dipimpinnya akan menimbulkan kesadaran akan pentingnya lingkungan dan pengelolaan sampah mandiri agar tercipta lingkungan bersih serta akademik atmosfir tumbuh sehingga mendukung terwujudnya Unsultra yang maju, unggul dan bermartabat.

“Semoga para mahasiswa Unsultra benar-benar bisa melestarikan lingkungan kampus tanpa adanya polusi dan sampah. Secara perlahan kita membuat infrastruktur pendukungnya, misalnya membangun Raungan Bank Sampah, membentuk dan melantik pengurusnya, mengadakan tempat- tempat pembuangan sampah.

Unsultra telah menjalin kerjasama dengan Naturevolutin dan Dinas Lingkungan Hidup serta telah menyelenggarakan beberapa kegiatan antara lain seminar lingkungan dan pengelolaan sampah kota, workshop pengelolaan sampah mandiri dan juga mendapat bantuan bak sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari ,” ujarnya

Seusai pelantikan pengurus bank sampah.
Tidak dipungkiri sambung Prof Andi, sebelumya kampus yang berlokasi di Jl. Kapten Piere Tendean ini dulunya kurang bersih dan nampak kumuh, tetapi saat ini kampus yang dipimpin Prof Andi ini secara berangsur- angsur mulai menuju lingkungan bernuansa bersih dan asri.

Prof Andi, berharap kampus mulai memikirkan bagaimana sampah ini bisa digunakan Kembali (reuse), dan terakhir atau ketiga bagaimana sampah ini bisa didaur ulang (Recycle) dengan melakukan kajian dan workshop secara berkelanjutan dengan melibatkan para pihak. Oleh karena itu hari ini (red) ada juga ditandatangani nota kepakatan kerjasama pimpinan fakultas dengan Naturevolution.

“Harapan saya juga dengan hadirnya Bank Sampah ini, Ketua Prodi lingkup Unsultra bisa melihat potensi dari sampah ini menjadi bahan kajian dan merupakan peluang tumbuhnya kreativitas dan inovasi bagi mahasiswa dalam melestarikan lingkungan.

Misalnya Ketua Prodi Kewirausahaan bisa menjadikan sampah ini sebagai potensi usaha, lahirnya bisnis digital, dan perwakilan FKIP bisa melakukan edukasi juga yang kaitannya dengan sampah ini serta Fakultas Teknik bagaimana sampah bisa menjadi sumber energi alternatif dan seterusnya,” ucapnya.

Selain itu Prof Andi memberikan tantangan kepada pengurus Bank Sampah untuk segera menghitung jenis sampah dan volume sampah yang ada di Unsultra agar dapat dicarikan solusinya secara bersama- sama.

Apalagi Naturevolution dan Unsultra mempunyai komitmen yang sama agar bagaimana sampah dapat dikelola dengan baik secara mandiri, serta terus diadakan kegiatan- kegiatan lainnya seperti pelaksanaan seminar lingkungan, dan workshop pengelolaan sampah serta berbagai kegiatan edukasi dan adovokasi lainnya termasuk dengan parapihak.

Tentu ini juga merupakan peluang dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi misalnya, program penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat khususnya terkait pengelolaan sampah. Sampah organic yang didaur ulang menjadi pupuk atau sumber energi. Kemudian sampah anorganik (plastik) bisa dikelola menjadi kerajinan dan menjadi bahan- bahan yang bermanfaat serta bisa ditukarkan ke bank sampah dan seterusnya.

“Pasca pelantikan ini, mereka (pengurus bank sampah) segra tancap gas, rawat komitmen, akan di training terlebih dahulu agar mampu mengelola sampah dengan baik dan benar. Semoga dengan adnaya pengelola bank sampah ini akan bermunculan pahlawan-pahlawan lingkungan handal,” pungkasnya. (Med)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *