Potretterkini.idKENDARI– Rektor Universitas Sulawesi Tenggara Prof Dr.Ir. Andi Bahrun M.SC Agric, resmi menutup kegiatan Unsultra Camp bertemakan “leadership, kreatif, inovatif dan berdaya saing” di Gedung WTC Unsultra, Minggu (4/12/2022).

Sebelum mengakhir kegiatan Badan Eksekutif (BEM) Unsultra itu, Rektor menyampaikan berbagai motivasi dan dorongan yaitu menghadirkan para alumni Unsultra Eks Ketua BEM, yang berhasil menorehkan prestasi dikanca nasional bahkan internasional, ia sampaikan dihadapan peserta bahwa kedepan mahasiswa Unsultra bisa mengikuti jejak arah langka mereka arah lebih baik, mampu berdaya saing baik di kanca nasional bahkan internasional dan kita sudah buktikan itu.

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun bersama peserta Unsultra Camp

“Saya selalu menyampaikan, bahwa mahasiswa Unsultra harus terus menggelorakan semangat kepedulian dan pengabdian pada bangsa negara dengan terus menununjukkan kreatif dan inovasi sekaligus menjadi agen perubahan, agen control untuk demi kepentingan institusi dan masyarakat. Saya menyaksikan presentasi kelompok peserta UNSULTRA Camp dari hasil diagnose masalah dilapangan atau yang dialami masyarakat atau stakeholder dan solusinya, cukup dinamis dan konstruktif.

“Saya yakin jika ada kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan yang dialami masyarakat dan mahasiswa menghadirkan solusi serta selalu menciptakan ruang-ruang dialog dengan data dan gagasan cemerlang, maka mahasiswa akan dirindukan masyarakat dan pemerintah serta stakeholder.

“Saya harapkan agar tempaan Unsultra Camp selama 3 hari, yang telah meningkatkan kepercayaan diri, perubahan mindset, perubahan wawasan, timbul jiwa heroic serta adanya mimpi besar. Ini suatu anugrah maka jangan luntur dan pudar oleh waktu harus terus diasa, berikhtiar dibarengi doa untuk masa depan yang gemilang dan penuh keberkahan”.

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun memberikan motivasi terhadap peserta Unsultra Camp

“Ayo buktikan bagaiman sesuatu yang Impossible bisa anda ruba menjadi Possible. Tidak ada yang tak mungkin jika terus belajar, berikhtiar kita serta Allah SWT, Tuhan Maha Kuasa berkehendak. Oleh karena itu jangan pesimis tapi selalu bisa optimis bisa meraih mimpi,” motivasi Rektor dihadapan peserta Unsultra Camp

Kita menyadari bahwa untuk mempersiapkan Alumni cerdas, SDM unggul dan generasi emas bangsa, tidaklah cukup hanya dengan teori atau hard skill tetapi yang paling penting adalah pembinaan dan penguatan soft skill seperti akhlakul karimah, integritas, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, jiwa kewirusahaan, prestasi dibidang minat dan bakat serta berbagai literasi terutama sesuai tuntutan zaman terutama di era digital saat ini.

Seperti yang saya selalu tekankan bahwa mahasiswa Unsultra terus kita dorong untuk mewujudkan kecakapan abad 21 yaitu critical thinking dan problem solving skill, creativity and inovation skill, comunication skill dan collaboration skill” jelasnya.

Kata kunci untuk sukes di era digitalisasi ini adalah adaptasi, inovasi, kolaborasi dan digitalisasi. Unsultra juga membuat instrument lain untuk mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam segala bidang yaitu disamping reward juga penentuan wisudawan/lulusan terbaik bukanlah semata ditentukan oleh IPK tertinggi dan lama studi tetapi ditentukan berdasarkan IPK, lama studi, pengalaman berorganisasi, pengalaman berusaha dan pengalaman presentasi karya ilmiah pada berbagai forum ilmiah, sambungannya.

Kita terus dorong mahasiswa untuk mengambil bagian untuk mendukung UNSULTRA IN GLOBAL ACTION “Dream To Becoma a Future University”. Bagaimana mahasiswa dan sivitas akademika meningkatkan kemampuan bahasa dan menyelenggarakan Forum-forum tidak hanya regional, nasional, bahkan level internasional dan alhamdulilah sudah berhasil dilaksanakan, sudah pasti perlu peningkatkan secara kuantitas dan kualitasnya.

Yang lebih menggembirakan BEM sudah 2 tahun berturut bisa menyelenggarakan forum dan atau International Student exchange dengan jumlah negara yang terlibat terus mengalami peningkatan” katanya.

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun menerima piagam atas dukungan penyelenggaraan Unsultra Camp yang diserahkan oleh Ketua BEM Unsultra Hasir

Kalau ingin menjadi pemimpin/pemenang Nasional bermainlah dilevel nasional dan jika ingin menjadi pemenang ditingkat dunia maka bermainlah tingkat dunia,” ujarnya.

Adik-adik mahasiswa terus merenungkan apa yang dikatakan oleh Bung Karno “Beri aku 1.000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia” Maka Rektor berdoa dan menitip harapan kepada generasi Emas ” Semoga 10 generasi unggul yang bisa mengguncangkan dunia dapat dipersembahkan oleh mahasiswa dan alumni Unsultra”

“Kami semakin memberikan keyakinan, berikhtiar kita dan berdoa untuk mewujudkan tekad dan mimpi “UNSULTRA IN GLOBAL ACTION: Dream To Become A Future University,” Pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *