Rektor Unsultra Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc. Agric

Potretterkini.id, KENDARI– Persoalan Hukum yang menimpah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun sebagai akademisi yang juga tim seleksi jabatan pratama Sekda Kota Kendari turut berempati dan juga prihatin dengan adanya penetapan tersangka.

“Namun saya kira ini masih status praduga tak bersalah, siapa tau pada akhirnya pemeriksaan tidak terbukti. Tentu Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra), menetapkan bersangkutan ada indikasi.

“Saya bagian dari tim seleksi lelang jabatan Pratama khususnya sekda kota Kendari dan sering menjadi mitra, yang saya tau beliau ini adalah orang baik. Saya tidak perna menduga dan akan terjadi kasus hukum pada sosok beliau yang saya kenal punya kompetensi, dan punya rekam jejak birokrasi dan pendidikan mumpuni dengan gelar akademik doktor,” ujar Rektor di wawancara media, Selasa (14/3/2023).

Lanjut Andi Bahrun, pada saat wawancara tahapan seleksi Sekda, betul-betul beliau (Ridwansyah red) koompetensi dan rekam jejak pengalaman birokrat yang tulen, profesional dan paham aspek-aspek manajemen, regulasi dan kebijakan serta memahami tupoksi .

“Saya adalah orang pertama yang hampir tidak percaya dulu bahwa seperti kenyataan ditetapkan tersangka, tapi setelah saya lihat foto beredar diberita betul beliau,” sambungnya.

Oleh karena itu, kata Andi, adanya kasus ini mudah-mudahan ini masih kita kedepankan praduga tak bersalah. Hal ini harus menjadi pengalaman dengan bekerja lebih hati-hati dan cermat bagi para pejabat, atau siapapun termaksud kami ini akademisi kampus.
Karena dalam sistim penyelenggaraan negara dan pelayanan publik banyak yang terlibat didalamnya seperti birokasi dan ada pihak swasta atau pihak ketiga.

“Saya berharap para pihak saling menjaga dan saling mengingatkan agar tidak terjadi pelanggaran hukum. Penetapan tersangka terhadap Sekda Kota Kendari sifanya masih praduga tak bersalah dan kita doakan semoga beliau serta keluarga besar tabah terhadap kasus hukum yang menimpa Sekda Kota Kendari,” harap Andi Bahrun.

Sebelumnya diberikan, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala dan Syarif Maulana resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (13/3/2023).

Selain dua orang tersangka atas kasus suap perizinan PT Midi Utama Indonesia atau Alfamidi, Kejati Sultra juga menyebut nama mantan Walikota Kendari, Sukarnain Kadir. Hal itu disampaikan Kasi Penyidikan Kejati Sultra, Sugianto Migano dalam Konfrensi Pers setelah penahanan kedua tersangka. (Med)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *