Suasana foto bersama seusai penandatanganan MoU antara Unsultra dengn ASPEKPIR.

HaluoleoNews.ID, KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak. Kali ini Unsultra menunjukan komitmen dan tekad kuat untuk memajukan kualitas  Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Olehnya itu, Unsultra menyelenggarakan FGD sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Dekan Fakultas Teknologi Ilmu Pertanian Unsultra Dr Haidir Amin, SP MSi) dengan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Sultra, Ir Achmad AS.

Selain itu, dilakukan juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara ASPEKPIR Sultra dengan Prodi Agribisnis, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian dan Prodi Teknik Mesin Unsultra yang dilanjutkan dengan Forum Gorup Diskusi Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Sultra di Gedung Rektorat Unsultra yang dilaksanakan secara offline dan online (virtual).

Narasumber sebagai keynote speaker Rektor Unsultra, Andi Bahrun, Ketua ASPEKPIR Indonesia, Setiyono,  Ketua ASPEKPIR Sultra serta narasumber lainnya Dekan Fateta Unsultra, Dr. Haidir Amin, Dosen Fateta Unsultra, Dr. La Panga dan Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru Riau, Abdul Khair Junaidi, S.T., M.Eng, Rabu (24/1).
 
Rektor Unsultra Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSc Agric mengatakan, bahwa penandatanganan MoU dan MoA tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dilakukan Unsultra dengan ASPEKPIR Indonesia. Salah satu implementasi dari kegiatan itu pihaknya mengusulkan proposal ke Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mendapatkan pendanaan bentuk program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit Indonesia khususnya di Sultra.

“Saat ini kami sedang menunggu hasil penilaian Tim Penilai proposal oleh Tim yang dibentuk oleh BPDPKS dan Prodi yang dijadikan induknya adalah Agribisnis. Tentu ini bagian dari komitmen Unsultra untuk berkontribusi dalam pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit, dengan harapan. agar supaya ada perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur yang berperan untuk kemajuan SDM perkebunan kelapa sawit,” tuturnya.

Ketua PERHIMPI Sultra tersebut mengatakan, pihaknya ingin menunjukkan kepada asosiasi dan petani kelapa sawit bahwa Unsultra betul-betul komitmen dan serius dalam upaya pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit.

Ia juga mengharapkan kepada para pimpinan Fakultas dan Prodi agar terus mempersiapkan segala sesuatu khususnya sarana prasarana, SDM tenaga pengajar, kurikulum dan bahan ajar agar ketika lolos dan diberikan kepercayaan mengelola program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, Unsultra akan melaksanakan sesuai dengan harapan dan bahkan diupayakan melampaui dari harapan pemberi dana yaitu BPDPKS.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini saya sudah membuat perjanjian dengan ASPEKPIR Indonesia untuk melakukan meeting lanjutan guna membahas persiapan-persiapan tentang program peningkatan SDM perkebunan kelapa sawit ini. Kami berharap proposal yang diusulkan ke BPDPKS bisa lolos. Jika kami berhasil lolos maka Unsultra menjadi perguruan tinggi ke 15 di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan pengelolan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit tersebut. Kami ingin mengambil bagian dalam pengelolaan Perkebunan kelapa sawit mulai dari hulu sampai hilir terutama untuk peningkatan kualitas SDM dan nilai tambah produk,” tuturnya.
 
Sementara itu, Ketua ASPEKPIR Indonesia Setiyono yang mengikuti secara Daring mengaku siap berkolaborasi dengan Unsultra untuk mendukung pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit Indonesia khususnya di Sultra. Ia  sangat berterima kasih kepada Rektor Unsultra dan seluruh civitas akademika  mendukung dan bekerja sama dalam memajukan perkelapa sawitan di Indonesia.

“Saya sampaikan bahwa kami siap berkolaborasi dengan Unsultra supaya perkelapa sawitan terutama SDM petani-petani terutama anak- anak petani kelapa sawit yang ada di Sulawesi Tenggara khususnya dan di Indonesia pada umumnya bisa mendapatkan jalur khusus untuk melanjutkan pendidikannya terutama di Universitas Sulawesi Tenggara. Saya sangat bangga dan berterima kasih atas kerjasama ini mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua ASPEKPIR Sultra, Ir Achmad AS menerangkan, kerjasama tersebut merupakan langkah untuk pengembangan SDM Perkebunan kelapa sawit di Sultra. Kerena saat ini produktivitasnya masih rendah dikarenakan  keterampilan dan skill pengembangan manajerial perkebunan masih rendah sehingga membutuhkan pihak akademisi maupun asosiasi untuk bekerja sama untuk meningkatkan kualitas SDM agar peningkatan produksi bisa tercapai.

“Kita berharap apa yang kita tuangkan dalam perjanjian ini bisa segera diimplementasikan karena memang dibutuhkan oleh dunia persawitan seperti pemerintah, asosiasi, petani dan masyarakat maupun petani inti dan plasma yang dibutuhkan untuk pengembangan SDM. Ke depannya harapan kami bisa diimplementasikan untuk peningkatan produksi dan mutu ke lelapa sawit yang sekarang produksinya masih di bawa 20 ton pertahun dan perhektar untuk Sultra sementara standarnya itu harus 32 Ton pertahun perhektar,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *