Foto bersama Owner Grandung Dance Studio, Rosmala Sari Dewi dan Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun dengan para peserta Workshop. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.

KENDARI – Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas para mahasiswa di bidang seni, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali bekerja sama dengan sanggar Campuh Dona Jaya guna menggelar workshop pentas seni kontemporer (All style dance) dan Bolumpa Tomia” yang diadakan oleh Owner Grandung Dance Studio, Rosmala Sari Dewi pada tanggal 19-21 Maret di Aula Unsultra.

Rosmala Sari Dewi mengungkapkan, workshop dilaksanakan sebagai proyek untuk tahun 2021, dimana ini akan menjadi sebuah wadah untuk saling bertukar ilmu pengetahuan, antara tarian tradisional dan juga internasional. Tentu hal ini merupakan kegiatan seri yang ia lakukan, untuk bisa membagi ilmu kepada sesama pelaku seni.

“Dalam kesempatan ini, saya akan mempelajari salah satu tarian daerah Sultra yaitu Bolumpa Tomia yang berasal dari daerah Wakatobi. Dan nantinya saya juga akan mengajarkan mereka tentang tari kontemporer. Artinya ini akan menjadi sebuah kolaborasi yang sangat bagus, dimana adanya perpaduan antara tradisional dan modern,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun mengatakan, sebagai lembaga perguruan tinggi, pastinya segala sesuatu yang bersifat pendidikan dan juga edukasi, itu harus terus didukung dan didorong, untuk pengembangannya kedepan. Dalam hal ini ia sangat mengapresiasi adanya kegiatan workshop tersebut dengan melibatkan para mahasiswa serta dosen Unsultra, untuk berpartisipasi dalam kegiatan pentas seni.

Foto bersama Owner Grandung Dance Studio, Rosmala Sari Dewi dan Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun dengan para peserta Workshop. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.

“Selain untuk meningkatkan keterampilan (skill) dan kemampuan mereka, workshop ini juga sebagai wadah dalam melestarikan budaya tari serta pengembangannya di era globalisasi, bagaimana bisa beradaptasi dan tentunya terus dilestarikan budaya nasional. Sehingga itu yang menjadi dasar kita, bagaimana mencoba memberikan ruang dan tempat bagi para pekerja seni tari, untuk bisa tampil dan ekspresi dengan kearifan yang mereka punya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua sanggar tari Campuh Dona Jaya, Wa Ode Alfida Hanafi menerangkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada konsultan yang telah memfasilitasi kegiatan workshop pentas seni ini. Pastinya ini juga sebuah kebanggaan tersendiri bagi pihaknya, dimana Unsultra menjadi kampus yang selalu mendukung budaya tari, khususnya daerah-daerah.

“Salain itu saya ucapkan terimaksih kepada Rosmala Sari Dewi, yang telah mau berkunjung di Sultra, memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada anak-anak kami, memperkenalkan budaya kekinian. Yang memang pada dasarnya, budaya nasional itu jangan dilupakan, namun juga tidak bisa kita menutup budaya asing itu masuk. Sehingga perlunya ada keseimbangan, dengan melakukan perpaduan, antara lokal dan luar,” pungkasnya.

Sumber : https://rakyatsultra.com/2021/03/unsultra-dan-campuh-dona-jaya-gelar-pentas-seni/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *