Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir Andi Bahrun, M.Sc., Agric.

KENDARINEWS. COM–.Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Sc., Agric., mengatakan bahwa digitalisasi pada dunia pendidikan khususnya di perguruan tinggi adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak, karena mampu meningkatkan mutu mahasiswa. Olehnya itu Kampus Merah ini, terus mendorong mahasiswa untuk melek digital atau internet.

“Kami di Unsultra sudah banyak yang dilakukan untuk menunjang mahasiswa agar paham akan melek digital dengan cara kerja sama mulai dari Prodi, kemitraan dengan perguruan tinggi di Sultra dan bekerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di luar negeri,” terangnya.

Untuk mendukung mahasiswa agar melek digital, kata dia, perguruan tinggi harus menyediakan fasilitas infrastruktur yang mendukung digitalisasi. “Unsultra sudah mencanangkan bahwa digitalisasi tidak bisa ditawar. Olehnya itu, secara perlahan kita mulai perbaiki infrastrukturnya untuk mendukung pembelajaran manajemen berbasis digital,” ungkapnya.

Mantan Ketua Universitas Terbuka Kendari ini menyebut bahwa tak hanya infrastruktur namun sumber daya manusia juga harus ditingkatkan melalui workshop dan pembinaan kemahasiswaan. Dengan begitu mahasiswa Unsultra mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainya.
Salah satu tantangan yang harus dihadapi guru di era digital ini revolusi industri 4.0 adalah tidak paham digital.

“Kita sangat membutuhkan mahasiswa yang mampu untuk mengikuti perkembangan zaman. Era digital ini sangat memberikan dampak yang besar contoh, teknologi semakin berkembang, berbagai sektor memanfaatkan teknologi, banyak pekerjaan berorientasi digital. Sehingga kita butuh mahasiswa yang melek digital,” terangnya.

Ia juga menyampaikam bahwa kurikulum merdeka belajar sangat membutuhkan mahasiswa kompeten serta termotivasi terus mengembangkan diri di teknologi. Keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Merdeka akan sangat ditentukan oleh yang menjalani yaitu mahasiswa.

“Di era digitalisasi ini metode pembelajaran jangan lagi satu arah. Dengan adanya teknologi, mahasiswa akan lebih cepat menyerap informasi dan pengetahuan secara otodidak. Mahasiswa harus melek teknologi dan diharapkan mampu menggunakan alat dan fasilitas yang ada agar bisa mengimbangi perkembangan yang semakin dinamis dan berkembang,” tutupnya.
(kn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *