Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc., Agric

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID — Menghadapi perkembangan pertambangan di Indonesia, Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar diskusi ilmiah dengan tema Tantangan dan Peluang Insinyur Muda dalam Menghadapi Perkembangan Industri Pertambangan Indonesia di Gedung WTC Unsultra, Senin (29/1).

Wakil Dekan Fakultas Teknik Unsultra, Sufrianto, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pertambangan. “Saya meyakini kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme mahasiswa,” ungkapnya.

Sementara, Rektor Unsultra Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc., Agric., mengatakan bahwa kegiatan forum ilmiah FIM bekerjasama dengan Unsultra sudah menjadi tradisi di Unsultra. Dalam kegiatan kali ini dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA). “Tema yang diangkat sangat relevan dengan potensi sumber daya alam kita dan Sultra sebagai masa depan Indonesia. Saya menaruh harapan besar pada Forum Insinyur Muda untuk mengambil peran dalam optimalisasi pengelolaan dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam. FIM PII adalah kumpulan generasi milenial dan generasi Z sehingga saya yakin mereka memiliki komitmen dan semangat yang luar biasa untuk membangun daerah, optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan nilai tambah serta untuk memajukan daerah dan bangsanya,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Prodi Pertambangan dan ada MoU dan MoA dengan PT. Geomine Engineers Indonesia dan tentu saya sangat mengapresiasi dan bersyukur karena jaringan kerjasama dengan berbagai pihak terus bertambah dan kegiatan forum- forum ilmiah terus digelorakan oleh Fakultas dan Program studi. “Hal ini adalah akademik atmosfir yang baik bagi Unsultra dalam rangka memungkinkan tantangan menjadi peluang terutama untuk peningkatan nilai tambah dari hasil bumi kita yang kaya ini serta untuk pengembangan industrialisasi pertambang di Sulawesi Tenggara khususnya,” kata Prof. Andi Bahrun.

Ia pun menambahkan, bahwa Unsultra tidak hanya bekerja sama Pemerintah Daerah (Pemda) tetapi saat kita mendorong dan mengembangkan kerjasama dengan pihak swasta, terkait kerjasama dibidang peningkatan kualitas SDM dan magang. Selain itu Unsultra juga mulai mendorong adanya dana sharing kegiatan riset pengembangan. “Artinya bagaimana pihak swasta juga kedepan itu bisa saling sharing pendanaan dengan Perguruan Tinggi dalam melakukan riset pengembangan terutama untuk peningkatan nilai tambah produk unggulan daerah. Jika nilai tambah produk atau SDA meningkat maka akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bumi Anoa,” tambah Mantan Ketua Universitas Terbuka Kendari ini. (win/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *