suasana diskusi ilmiah dengan tema ” Aplikasi Teknologi dalam berbagai keilmuan” melalui via zoom, pada 25 September 2022

Potretterkini.idKENDARIUniversitas Sulawesi terus berupaya melakukan berbagai program dan kegiatan untuk beradaptasi terhadap disrupsi teknologi digital. Disrupsi teknologi digital adalah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital, mengubah sistem yang terjadi di Indonesia maupun global.

Pada era disrupsi ini unsur Pimpinan, Dosen, dan staf perlu merubah mindset, Unsultra perlu melakukan reorientasi kurikulum, mengubah dan menyelaraskan proses pembelajaran, memutahirkan kecakapan dan skill dosen, dan pengembangan keilmuan dan profesi kekinian serta perlu Digitalisasi Unsultra. Dalam merespon dinamika regional, nasional dan dinamika global serta dalam rangka digitalisasi Unsultra, kami perlu segera merancang Pendidikan Unsultra 4.0.

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun

Hal ini disampaikan Rektor Unsultra Prof Dr Ir Andi Bahrun M.Sc., Agric dalam kegiatan diskusi ilmiah dengan tema ” Aplikasi Teknologi dalam berbagai keilmuan” melalui via Zoom, pada 25 September 2022.

Kata Prof Andi, jika unsultra ingin menjadi yang terbaik tidak cukup hanya melihat dan mengadopsi “ Best Practice” tetapi perlu mendesain dan melakukan “ Future Practice”. Saya menyadari, dengan sumber daya yang ada, hal ini tentu tidak mudah, tetapi saya yakin bisa, jika kami mau bekerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas yang dilandasi pengabdian tulus serta tekad kuat untuk menjadi Perguruan Tinggi Terbaik dan mau bekerjasama dan melibatkan para pihak.

“Oleh karena itu saya sungguh mendukung dan mengapresiasi kegiatan diskusi ilmiah “ Aplikasi Teknologi Informasi Dalam Berbagai Bidang Keilmuan “ dengan narasumber Prof. Sarifuddin Madenda (Ketua Program Studi Doktor Teknologi Informasi Universitas Gunadarma). Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi MoU Universitas Sulawesi Tenggara dan Universitas Gunadarma saat PTS lingkup LLDIKTI IX Sultanbatara melaksanakan Program Kunjungan Kerjasama di Binus, IPB dan Universitas Gunadarma. Kegiatan ini diikuti oleh dosen semua program studi UNSULTRA,” katanya.

Narasumber menyampaikan antara lain contoh-contoh aplikasi teknologi informasi pada bidang keilmuan teknologi hasil pengolahan pangan, tehnik sipil, tehnik pertambangan dan geologi, perikanan, logistic, pemasaran dsb.

Peserta sangat antusias sehingga Rektor akan melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Universitas Gunadarma agar segera ada Memorandum of Agreement untuk kegiatan tindak lanjut seperti workshop/training bagi dosen, implementasi MBKM, joint research serta berbagai kemungkinan kegiatan lainnya termasuk pelibatan pemerintahan daerah dan PT lainnya.

Alhamdulilah, juga kami melakukan diskusi ilmiah bersama teman-teman unsur Pemda Kab. Muna terkait Aplikasi Teknologi Informasi Untuk Pembangunan Pertanian di Daerah. Teman-teman dari Pemda Kab. Muna juga tertarik, sehingga perlu ada Kerjasama dengan Univ. Gunadarma dan PT lainnya serta perlu dirancang berbagai kegiatan tindak lanjut.

Bagi Unsultra, Kerjasama seperti ini akan mempercepat dan memantapkan implementasi program MBKM. Terkait MBKM, Unsultra sungguh menyadari bahwa MBKM bukan lagi hanya sekedar program tetapi harus sudah menjadikan Gerakan bersama secara bergotong royong untuk mengawinkan dunia akademik dengan dunia kehidupan nyata.

Lanjut, Unsultra sejak awal diluncurkan program MBKM, Unsultra telah mempersiapkan regulasi pendukung program MBKM dan telah menginisasi beberapa implementasi MBKM, meskipun disadari masih perlu peningkatan baik dari aspek kuantitas dan kualitasnya dari waktu ke waktu.

“Jika kami mau bertransformasi, berkerja keras, kerja serius dan Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa Menghendaki, Saya yakin kami bisa menjadi yang terbaik. Dengan gelora tiada hari tanpa inovasi dan keras serta dibarengi doa, semoga terbuka jalan meraih mimpi kami “ Dream To Become A Future University”.

Prof. Sarifuddin Madenda

Ketua Program Studi Doktor Teknologi Informasi Universitas Gunadarma Prof. Sarifuddin Madenda dikonfirmasi terpisah menyatakan, bahwa sesuai koordinasi dengan Rektor Unsultra prof Andi Bahrun mencoba bersama-sama dengan teman-teman di UHO yakni pa dekan pertanian dan Farmasi mendiskusikan kerjasama dibidang penelitian dalam hai ini mencari titik temu pola pikir ilmiah yang bisa memainkan antar dua keilmuan yaitu teknologi informasi dengan keilmuan pertanian dan Farmasi.

“Dari sisi keilmuan pola pikir kita bersama mencoba mengembangkan lebih jauh penerapan teknologi informasi dikedua dibidang tersebut . Mulai dari pembibitan pertanian, pemilihan bibit sampai dengan pemupukan berbasis pada teknologi informasi. Semua perangkat teknologi informasi sudah ada tinggal bagaimana kita menerapkannya,dengan melibatkan para ilmuwan khususnya keterkaitan dengan mahasiswa yang bisa menerapkan itu untuk membangun sistem pertanian yang kita sebut dengan pertanian pesisir dan pertanian cerdas yang banyak dikembangkan saat ini,” jelasnya.

Sama juga Farmasi lanjutnya. Kalau di Sultra kita melihat masih banyak area tertentu pedalaman yang sebenarnya tumbuh subur dan sejumlah tanah yang punya potensi medis atau tanaman obat-obatan. Namun masyarakat kita, belum tahu sehingga belum bisa membudidayakan secara massal yang punya nilai bisnis untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat kita.

“Nah sehingga kita harapkan dengan beberapa contoh-contoh teknologi informasi pertanian bisa kita manfaatkan dan kembangkan sehingga diharapakan nanti dimanfaatkan masyarakat kita yang ada pedalaman tetapi mereka sudah terhubung awal dengan jaringan internet,”katanya.

Misalnya mereka sudah punya teknologi menggunakan handphone android. Teknologi itu kalau sudah dikombinasikan dengan perangkat lunak mereka cukup memotret dan mereka sudah mengetahui masuk kategori apa misalnya memiliki potensi obat dan jenis obat senyawa apa dan seterusnya.

Demikian pula, dengan pertanian dari hulu sampai hilir yang bisa memanfaatkan teknologi informasi sehingga disatu sisi pertanian akan maju tetapi pasca panen pun bisa dikembangkan sedemikian rupa sehingga punya potensi bisnis yang sangat luas dan bisa terjangkau dimanapun mereka yang membutuhkan.

“Sehingga lebih sukses dan menjadi kompetitif dan kita sudah punya kesepakatan untuk menindak kerjasama tersebut, dan saya sebagai putra daerah punya tanggungjawab pada sisi keilmuan memiliki kemampuan dibidang tersebut,” sambungnya.

“Mudah-mudahan ini bisa ditindak lanjuti, dan saya sebagai dosen di universitas Gunadarma yang dikenal punya kemampuan dibidang teknologi dibidang informasi. Tidak hanya itu di Gunadarma banyak ahli-ahli dibidang teknologi informasi komputer termaksud Infranstruktur dibidang tersebut,  bisa memanfaatkan keilmuan mereka untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam hal bidang teknologi,” jelasnya. (Med)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *