Rektor Unsultra Prof Dr Ir Andi Bahrun, M.Sc., Agric membuka kegiatan FGD “Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Membaca Permulaan Berbasis Digital”

Potretterkini.id, KENDARIAdanya berbagai persoalan Pendidikan di era disrupsi khususnya Pendidikan dasar, Unsultra melakukan penelitian penugasan penelitian dari Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi tentang “ aplikasi perangkat ajar membaca permulaan dengan metode steinberg “.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Kasmawati, S.Pd., M.Pd,

Salah satu tahapan kegiatan penelitian adalah Focus Group Discussion (FGD)  yang dilaksanakan di Hotel Azizah Kendari, (20 Oktober 2022) yang bertajuk “Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Membaca Permulaan Berbasis Digital”.

Saat membuka acara Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, kembali menegaskan, bahwa Unsultra harus menjadi sumber solusi permasalahan yang ada khususnya permasalahan Pendidikan di era disrupsi dengan menghadirkan berbagai inovasi yang dibutuhkan pemerintah dan masyarakat serta stakeholder lainnya. Era disrupsi teknologi di dorong dengan suatu perubahan yang drastis dari masyarakat industri menjadi industri teknologi dan informasi atau terjadi revolusi industry.

Hal ini berdampak pada segala bidang kehidupan manusia, baik pengaruh positif maupun negative, termasuk dalam bidang pendidikan. Fakta menunjukkan banyak para pengajar mengalami kesulitan dalam proses pembelajarannya dikarenakan perkembangan teknologi yang begitu cepat ini.

Demikian para murid juga mengalami kesulitan yang sama, sehingga perlu inovasi perangkat pembelajaran yang berbasis khususnya kelas satu atau kelas membaca permulaan, karena kelas membaca permulaan merupakan generasi Z yang tumbuh di era pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.

Rektor berterima kasih pada Tim peneliti yang menyelenggarakan kegiatan FGD dengan menghadirkan Kepala Dinas Dikmudora Kota Kendari, Kepala Sekolah, Guru serta mahasiswa, sehingga terbangun suasana dan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pendidikan generasi penerus bangsa. Hal ini juga semakin menambah dan memperkaya implementasi MoU atau kolaborasi antara Unsultra dengan Pemda Kota Kendari khususnya dengan Dinas Dikmudora.

ta kunci mempersiapkan generasi penerus bangsa di era disrupsi adalah inovasi, adaptasi, kolaborasi serta digitalisasi, Rektor menambahkan. Saya juga mengharapkan agar peneliti jangan hanya puas dengan luaran penelitian ini, tetapi segra buat road map kegiatan penelitian lanjutan termasuk hilirisasinya sehingga benar-benar diterima pasar, dirasakan manfaatnya bagi insan pendidik dan anak didik, masyarakat dan juga Unsultra.

Kepala Dinas Dikmudora Kota Kendari, Hj. Saeminah, S.Pd., M.Pd, yang turut memberikan sambutan mengatakan bahwa kegiatan FGD yang dilakukan oleh Unsultra sangat penting karena dengan adanya FGD akan ada saran/ masukan untuk penyempurnaan hasil penelitian.

Saya berterima kasih dan mengapresiasi atas adanya kegiatan penelitian dan FGD yang dihadiri Kepala Sekolah dan Guru SD Kota Kendari. Pembelajaran sekarang harus mengikuti perkembangan teknologi era 4. 0 dan era sosial 5.0, sehingga dengan pembelajaran berbasis digital untuk membaca permulaan sangatlah tepat.

“Harapan saya semoga kegiatan ini bisa berkesinambungan sebagai pengembangan pembelajaran berbasis digital,” katanya.

Kepala Dinas Dikmudora, menerima produk perangkat ajar membaca permulaan berbasis digital, yang diserahkan langsung oleh Rektor Unsultra disaksikan oleh Dekan FKIP Unsultra, Dra. Sasmin, M.Pd, dan Tim Peneliti.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Kasmawati, S.Pd., M.Pd, menuturkan bahwa tujuan FGD dilakukan untuk mendesiminasikan perangkat ajar yang dikembangkan dan juga untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan perangkat digital yang telah dikembangkan.

Kegiatan FGD antara lain pemaparan hasil penelitian berupa aplikasi Perangkat ajar Membaca Permulaan dengan metode steinberg, sesi tanggapan peserta terhadap produk aplikasi perangkat ajar membaca permulaan berbasis digital serta penyerahan produk perangkat ajar membaca permulaan berbasis digital kepada para stakeholder Pendidikan.

FGD penting dilakukan untuk menjaring informasi tentang sikap pengguna terhadap perangkat ajar membaca permulaan berbasis digital yang dikembangkan sebagai hasil dari penelitian, baik itu dari segi konsep, desain rancangan maupun kepraktisannya.

“Peserta yang kami undang dan hadir saat kegiatan FGD ini seperti Kepala Sekolah, Guru kelas satu sebagai calon pengguna perangkat ajar digital yang dikembangkan, juga Mahasiswa, yang nantinya akan menggunakan sekaligus diharapkan dapat mengembangkan perangkat ajar digital yang lain,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *