Suasana pembawaan Hikmah Maulid Muhammad SAW, oleh Ustadz Dr. H. Moh Yahya Obaid M.Ag, di Masjid Al-fattah Unsultra, Sabtu (22/10/2022)

Potretterkini.id, KENDARIUniversitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengadakan Peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid Nabi dilaksanakan di Masjid Al-fattah Unsultra dan berjalan dengan penuh khidmat, pada Sabtu (22/10 2022).

Sebagai penceramah maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz Dr. H. Moh Yahya Obaid M.Ag, dan dibuka secara resmi oleh Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc., Agric, dihadiri pula wakil rektor, dekan, dosen, masyarakat dan anak-anak.

Sebelum penyampaian ceramah yang merupakan inti dari acara ini, kegiatan didahului dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia sekaligus Ketua Masjid Al-fattah Unsultra Herman Titop.

Herman menyampaikan, bahwa tujuan diadakannya kegiatan Maulid Nabi, sebagai bentuk kecintaan kepada Rosulullah SAW dan sebagai sarana pengingat bahwa setiap insan manusia agar senantiasa mengimplementasikan akhlak dengan meneladani Rosulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia berharap bahwa terhadap semua hambah Allah SWT, agar tetap Istiqomah dalam mensyiarkan nilai nilai keislaman di lingkungan kampus Unsultra dan masyarakat sekitarnya.

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun memberi sambutan maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Alfattah Unsultra

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun menyampaikan,kegiatan hari ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini hendaknya kita niatkan sebagai ungkapan rasa Syukur atas anugrah Allah Swt yang telah menunjukkan jalan keselamatan melalui utusan-Nya, juga hendaknya kita niatkan sebagai penghormatan atas kecintaan terhadap Nabi Muhammad Saw, dengan tujuan agar kita lebih banyak lagi memperoleh suri teladan dan kisah perjuangan beliau untuk kita implementasikan dalam perjalanan hidup keseharian kita benar-benar mendapat syafaat beliau.

Sebagai mana Sabdanya” Barang siapa yang mencintai sunnahku, maka ia sungguh ia telah mencintai aku, dan barangsiapa yang mencintai aku, maka ia akan bersamaku di dalam surga”. Marilah selalu meneladani bagaimana nabi dalam menjaga dan merawat silaturami, persaudaraan dan persatuan.

Sesuai tema maulid hari ini yang “Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1444 H/2022 M Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamyah dan Silaturahmi Kelurga Besar  Unsultra “ .Oleh karena itu, harapan saya agar kita tetap menjaga dan memperkokoh persaudaraan, keberasamaan dan harmonisasi kita sebagai keluarga besar Unsultra dan kita daerah dan institusi khususnya Unsultra, harus ada semangat persaudaraan, persatuan, kebersamaan dan suasana yang harmonis.

“Jika Unsultra kita bangun dan kembangkan dengan semangat kebersamaan dan penuh harmonisasi serta kerja yang professional saya yakin Unsultra akan maju pesat dan juga akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakay sekitar, daerah , bangsa dan negara,” jelasnya.

Oleh karena itu, marilah kita satukan energi positif dalam berkinerja dan bersilaturahmi agar kampus kita maju dan membawa keberkahan sehingga kita selamat di dunia dan akhirat,” pungkas Andi Bahrun.

Melalui hikmah maulid Nabi Ustadz Moh Yahya Obaid mengingatkan kepada insan manusia bahwa pentingnya memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W untuk selalu mengingat semangat juang, ketaatan beribadah, kepemimpinan dan kedisiplinan Nabi Muhammad agar menjadi teladan bagi semua.

semangat juang, ketaatan beribadah, kepemimpinan dan kedisiplinan Nabi Muhammad S.A.W. Kepada Generasi muda dan yang tua, wajib tahu panutan hidup yang sesungguhnya, dan sosok Nabi Muhammad sebagai suri tauladan dalam praktek kehidupan sehari-hari.

Majelis Taalim Masjid Alfatah Unsultra saat mendengar siraman rohani maulid nabi oleh Ustadz Moh Yahya Obaid

Kapada insan manusia harus tau dan sadar betul bagaimana perjuangan Nabi Muhammad beserta para nabi-nabi sebelumnya dalam perjuangan mereka untuk menegakkan agama Allah. Dengan begitu generasi kedepan dapat lebih menghargai dan bisa lebih bersemangat dalam mempelajari Islam secara kafah.

“Kita patut meneladani Nabi Muhamad SAW yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana. Itulah perilaku yang diwarnai oleh akhlak mulia–akhlaqul karimah. Akhlak mulia yang mampu menebarkan rahmatan lil-alamin, rahmat bagi semesta alam,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *