Foto bersama Rektor Unsultra, Prof Dr Andi Bahrun, M.Sc., Agric., (tengah baju biru) usai seminar internasional di WTC Unsultra. (HUMAS UNSULTRA FOR KENDARI POS)

–Gandeng Dua Universitas Asing Helat Seminar Internasional

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID – Komitmen menjadi kampus berkelas dunia, terus digenjot Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra). Tak hanya aktif di forum internasional, kampus yang dikenal “SEKSI” ini menggelar kegiatan ilmiah yang melibatkan universitas asing dalam rangka menunjukan eksistensinya di kancah global.

Terbaru, Kampus Merah Maron itu menggandeng Bukhara State University dari Uzbekistan dan Monash University dari Malaysia mengadakan seminar internasional dengan tema Pembangunan Pariwisata sebagai Mesin Penggerak Perekonomian dan Peningkatan Kesejahteraan di Era Digital yang dilaksanakan secara Blended di WTC Unsultra, Senin (16/10).

Dalam kegiatan tersebut, Unsultra menghadirkan narasumber, yakni Feruz Yuldashev dari Uzbekistan, Grace Tandipayuk dari Malaysia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, dan salah satu Dosen Unsultra, Hendriadi.

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Sc., Agric., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah yang dilakukan untuk mewujudkan internasional Unsultra. Selain itu, seminar tersebut merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah dilakukan Unsultra sebelumnya dengan Bukhara State University Uzbekistan dan Monash University Malaysia.

Diharapkan kegiatan tersebut bisa memperkaya informasi pengetahuan dan pengalaman tentang pengembangan pariwisata. Apalagi menghadirkan narasumber dari Uzbekistan dan Malaysia, dimana mereka menampilkan perkembangan pariwisata di negaranya baik dari segi tantangan maupun hambatannya serta dampaknya terhadap sosial ekonomi masyarakat.

“Saya kira luar biasa karena terjadi sering informasi pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa. Harapan saya kegiatan internasional seperti ini akan memberikan inspirasi dan motivasi kepada para akademika khususnya mahasiswa dan dosen,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa dirinya bersyukur karena pelaksanaan seminar internasional berjalan dan lancar tanpa gangguan jaringan meskipun jauh di Uzbekistan. Tentu ini menunjukan bahwa Unsultra sudah bekembang dalam digitalisasi dan kedepannya hal ini akan terus didorong. Selain itu, dalam rangka internasional Unsultra, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan berkuasa asingnya.

“Seminar ini dengan pemateri dari negara yang berbeda akan memperkaya informasi, pengetahuan dan pengalaman serta menemukan solusi dan rekomendasi terbaik untuk membangun industri pariwisata berbasis digital yang bisa meningkatkan pendapatan dan mesin perekonomian bangsa. Tetapi tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Forum-forum internasional kita dorong dan tingkatkan kuantitas dan kualitasnya seperti dalam waktu dekat dengan perguruan tinggi di Jepang dan USA guna mendukung gelora Unsultra In Global Action, Dream to Become a Future University,” pungkasnya.(win/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *