KKN Angkatan 51 Unsultra Bawa Misi 'Berdampak', 37 Hari Pengabdian di Masyarakat Sulawesi Tenggara

KKN Angkatan 51 Unsultra Bawa Misi 'Berdampak', 37 Hari Pengabdian di Masyarakat Sulawesi Tenggara
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 51 Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dari Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) saat ini tengah berlangsung.

Sejak dimulai sejak 25 Desember 2025, sebanyak 617 mahasiswa yang tersebar dalam 31 kelompok, berasal dari lima fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, FKIP, Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA), dan FISIP mulai menjalankan misi 'Kampus Berdampak'.

Para mahasiswa melaksanakan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi kebutuhan masyarakat, mencakup bidang pendidikan, sosial, ekonomi, hukum, teknologi tepat guna, serta pemberdayaan masyarakat.

Hal ini menjadi komitmen Unsultra mewujudkan Kampus Berdampak melalui pelaksanaan program KKN ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang relevan, adaptif, dan inklusif.

KKN Unsultra Angkatan 51 dilaksanakan selama 37 hari kalender, dimulai sejak 25 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026, dengan tahapan terstruktur mulai dari pembekalan, observasi lapangan, perencanaan dan seminar program, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dan penarikan mahasiswa serta seminar hasil kegiatan KKN.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsultra, Dr. Hijriani, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Angkatan 51 dirancang berbasis domisili, tempat kerja, atau lokasi yang dijadikan posko kegiatan KKN.

β€œKebijakan ini diambil karena mahasiswa Unsultra memiliki latar belakang yang beragam, terdiri dari mahasiswa reguler dan mahasiswa yang sudah bekerja. Model KKN berbasis domisili dan tempat kerja memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan pengabdian secara optimal tanpa mengabaikan tanggung jawab profesionalnya,” ujar Dr. Hijriani.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang dicanangkan Kemendiktisaintek serta sebagai implementasi program Unsultra Berdampak, yakni menghadirkan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat.

Sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, KKN ini mendukung program Kemendiktisaintek yang menekankan pengabdian multidisiplin untuk atasi isu lokal secara partisipatif.

Kegiatan ini tidak hanya tingkatkan kompetensi mahasiswa dalam problem solving dan kolaborasi, tapi juga perkuat kemitraan kampus-desa untuk dampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara

Seluruh program dirancang secara partisipatif agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sasaran KKN Unsultra tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter mahasiswa yang peka terhadap persoalan sosial.

Kampus Berdampak menuntut perguruan tinggi hadir sebagai solusi.

Melalui KKN ini, mahasiswa belajar langsung di tengah masyarakat, mengidentifikasi masalah, dan menawarkan solusi berbasis keilmuan yang mereka miliki.

KKN Angkatan 51 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Unsultra, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bekerja secara kolaboratif dan multidisipliner.

Dengan konsep pelaksanaan yang adaptif dan relevan, KKN Unsultra Angkatan 51 diharapkan tidak hanya meninggalkan laporan akademik, tetapi juga jejak pengabdian yang berdampak nyata. Program ini menjadi bukti bahwa Unsultra terus bertransformasi menjadi kampus yang responsif terhadap kebutuhan zaman dan masyarakat, selaras dengan arah kebijakan nasional pendidikan tinggi.

Rektor, Prof. Andi Bahrun sebelumnya sudah menyampaikan apresiasi kepada Wakil Rektor I dan Kepala LP2M atas persiapan dan penyelenggaraan KKN angkatan 51 yang juga disebut sebagai KKN Unsultra Berdampak.

"Prinsip KKN Unsultra berdampak melibatkan masyarakat sejak perencanaan (partisipatif), berbasis masalah nyata dan bukan sekadar program seremonial, berorientasi hasil dan keberlanjutan, kolaborasi mahasiswa, desa/kelurahan, pemerintah dan mitra lainnya serta berbasis data," jelasnya.

Prof Andi Bahrun juga mengungkapkan indikator keberhasilan KKN Unsultra berdamppak diharapkan adanya perubahan (pengetahuan, sikap , praktik dan sistem), ada luaran produk, peta, model usaha serta ada keberlanjutan pasca KKN selesai.

Melalui kegiatan KKN Unsultra, ia berharap misi berdampak dibawa mahasiswa dapat menunjukkan eksistensi dan menjadi representasi intelektual kampus, agen perubahan sosial serta menjadi mitra masyarakat.

"Jika hal ini yang terjadi, saya yakin Unsultra akan menjadi kebanggaan dan selalu dirindukan kehadirannya sebagai pusat solusi permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan," ungkapnya.


Source : https://sultra.tribunnews.com/