Di Bawah Panji Merah Marun, Fajar Baru Era Doktor di Fakultas Hukum Unsultra

Di Bawah Panji Merah Marun, Fajar Baru Era Doktor di Fakultas Hukum Unsultra
Senin pagi, 8 September 2025, atmosfer di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terasa berbeda. Di balik dinding-dinding kokoh “Kampus Merah Marun” itu, sebuah sejarah baru sedang dituliskan dengan tinta emas. Bukan sekadar seremoni pergantian pejabat, melainkan sebuah penanda kematangan intelektual bagi salah satu fakultas tertua di sana: Fakultas Hukum.

Hari itu, Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, MSc. Agric, berdiri di hadapan podium. Di depannya, tiga sosok akademisi menanti pengukuhan untuk masa bakti 2025–2029. Mereka bukan orang asing, namun peran yang akan mereka emban membawa bobot harapan yang berat.

Disaksikan oleh Ketua Yayasan, Dr. Muhammad Yusuf SH, MH, serta jajaran pejabat struktural, palu kepemimpinan resmi diserahkan. Dr. St. Fatmawati L, SH, MH, didapuk sebagai nahkoda baru (Dekan), didampingi oleh Dr. Winner A. Siregar, SH, MH, sebagai Wakil Dekan, dan Dr. La Ode Munawir, SH, MKn, yang memegang kendali sebagai Ketua Program Studi. Momen ini menjadi sebuah oase yang menyejukkan sekaligus membanggakan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah fakultas ini, pucuk pimpinan mulai dari dekan, wakilnya, hingga ketua program studi, dijabat secara serentak oleh dosen tetap bergelar Doktor.

Ini bukan sekadar deretan gelar di atas kertas. Ini adalah sinyal nyaring tentang kemajuan sumber daya manusia di tubuh Unsultra.

“Trisula Doktor” ini menjadi simbol bahwa Fakultas Hukum kini telah berlari jauh, meninggalkan standar lama dan menuju kualitas yang paripurna.

Dalam sambutannya yang hangat namun tegas, Prof. Andi Bahrun menitipkan pesan yang melampaui sekadar ucapan selamat. Ia berbicara tentang harmoni.

Sang Rektor menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama yang solid. Ia mengingatkan para pejabat baru untuk meresapi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing, sembari terus menempatkan pelayanan kepada mahasiswa sebagai jantung dari setiap kebijakan.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Unsultra, Dr. Muhammad Yusuf, menegaskan komitmen yayasan untuk terus menopang pengembangan institusi. Baginya, jabatan adalah amanah yang harus dibayar lunas dengan rasa tanggung jawab.

Lalu, ke mana arah bahtera Fakultas Hukum ini akan dibawa?

Ditemui seusai pelantikan, Dr. St Fatmawati menyiratkan optimisme. Wajah barunya memancarkan tekad.

Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, peningkatan kualitas akademik dan pengembangan potensi mahasiswa bukan lagi sekadar wacana, melainkan prioritas utama.

Sementara itu, di sudut kesempatan yang lain, Dr. Winner A. Siregar menguraikan strategi taktisnya. Sebagai Wakil Dekan, ia membidik penguatan tata kelola institusi.

Ia bermimpi membangun iklim akademis yang kondusif, sebuah ekosistem di mana mutu pendidikan dan kreativitas mahasiswa dapat tumbuh subur berdampingan.

Pelantikan ini telah usai, namun kerja keras baru saja dimulai. Di bawah naungan panji Merah Marun, tiga doktor ini kini memikul harapan besar untuk membawa Fakultas Hukum Unsultra terbang lebih tinggi, melintasi cakrawala pendidikan di Sulawesi Tenggara.



Source : tegas.co